Odeng : 4 Fakta Unik dan Sejarahnya

Odeng : 4 Fakta Unik dan Sejarahnya

Korea sudah menjadi salah satu negara yang memiliki kuliner mendunia. Dari semua banyaknya makanan khas korea yang populer, odeng  adalah salah satunya.  Makanan ini merupakan kue ikan  jajanan kaki lima khas korea yang banyak dijumpai di pinggir jalan. Karena memiliki rasa yang enak, Makanan ini merupakan jajanan kaki lima sehingga harganya pun sangat terjangkau.

Makanan khas Korea ini adalah hidangan yang terdiri dari olahan seperti telur rebus, tahu bakar, bakso ikan, otak-otak ikan goreng, tahu ikan, dan chikuwa (semacam otak-otak ikan berbentuk pipa), umbi konnyaku, serta lobak. Bahan-bahan yang telah disebutkan tadi direbus dalam kuah kaldu rumput laut dan ikan cakalang dalam waktu yang cukup lama. Sekarang ini di korea, Makanan ini banyak tersedia di minimarket. Karena kuahnya yang hangat ini, membuat makanan khas korea ini menjadi favorit terutama saat musim dingin. Kali ini kami akan memperkenalkan mengenai sejarah dan cara menikmati makanan ini

Odeng dan eomuk memiliki perbedaan, kalau dilihat sekilas memang odeng dan eomuk ini memiliki penampilan yang sama, namun dilihat dari Sejarah dan penyajiannya sangat berbeda. Jika eomuk merupakan kue ikan yang dibuat dengan ikan yang ditumbuk sampai halus, kemudian menambahkan bahan lain dalam adonan. Sedangkan odeng dipercaya sebagai eomuk versi modernnya. Jika odeng memiliki bentuk yang datar, ditusuk denga tusukan sate, dan dimasak dengan sayuran dan telur.

Makanan khas Korea Selatan ini terinspirasi dari masakan Jepang yang terdiri dari tahu yang dipotong-potong panjang dan diberikan miso. Di Korea terdapat masakan bernama saengseon sukpyeon pada tahun 1719 makanan ini dipercaya sebagai asal mula kue ikan. Dahulu ketika masa penjajahan Jepang, banyak orang Jepang yang tinggal di Laut Cina Selatan, Mokpo, dan di Busan. Di daerah sana banyak pabrik yang membuat kue ikan, Setelah Korea merdeka pabrik ini tetap memproduksi bakso ikan tersebut. Sehingga kota busan terkenal dengan kuliner kue ikan, dan kue ikan sendiri menjadi makanan nasional setelah krisis protein yang pernah dialami Korea.

Dengaku pelopor makanan ini yaitu nyanyian dan tarian dari kumpulan ritme drum taiko dan seruling yang dimainkan  saat musim tanam padi untuk memohon panen besar. Kabarnya  wujud tahu yang ditusuk setelah itu dibakar cukup mirip dengan tarian Dengaku.  Barulah nama makanan ini dirubah menjadi Odeng.

Jenis Jenis

Di Korea terdapat 3 jenis odeng yang dibedakan berdasarkan penyajiannya, yaitu:

  • Makanan ini yang terdiri dari tepung dan ikan kemudian ditusuk menggunakan bambu, setelah itu odeng ini akan direbus di dalam kuah yang sudah berisi kuah kaldu. Kuahnya sendiri berasal dari rebusan rumput laut kering atau kepiting, lobak, dan daun bawang yang akan menambah cita rasa. Makan jeni ini akan dimakan dengan menggunakan kecap korea.

  • Makanan ini ini cara penyajiannya tidak direbus, melainkan digoreng makanan ini sebelum digoreng akan digulung terlbih dahulu. Setelah itu akan dimakan dengan menggunakan saus tomat dan saus mustard.
  • Odeng tang atau eomuk guk, makanan ini ini dibuat sama dengan odeng rebus lainnya, hanya saja yang membedakan akan disajikan bersamaan dengan semangkuk kaldu, tambahan bubuk cabai, kedelai, dan irisan daun bawang

Fakta Unik

 

odeng
Sumber: Pergikuliner.com
  • Tampilan Mirip dengan Usus

Banyak orang yang mengira odeng merupakan usus yang ditusuk seperti sate, kemudian direbus. Makanan ini sendiri hanya memiliki tampilan yang mirip dengan usus tetapi pada kenyataannya makan ini terbuat dari ikan yang dihaluskan kemudian diberikan adonan tepung, setelah itu adonannya dilipat dan ditusuk. Sehingga mirip dengan usus.

  •  Merupakan kuliner dari zaman penjajahan Jepang

Memang makanan ini di Korea sendiri awal mulanya berasal dari oden yaitu jajanan khas Jepang yang dibuat dari ikan dan olahan tepung, oden di Jepang sendiri tidak ditusuk seperti odeng. Melainkan dibentuk seperti pipa atau bulat. Dan biasanya oden disajikan bersamaan dengan menu khas Jepang yaitu Shabu-shabu. Berbeda dengan odeng hanya disajikan begitu saja denga kuahnya.

  • Kuliner kesukaan remaja

Makan ini merupakan kuliner khas korea yang banyak dijual di dekat sekolah atau kampus, sehingga tidak heran jika makanan ini banyak disukai remaja di Korea. Selain itu juga, makanan ini memiliki harga yang terjangkau.

  • Sering dijual bersamaan dengan Tteokbokki

Alasan utama kenapa penjual tteokbokki di Korea menjual makanan ini adalah untuk meredam rasa pedas yang ada pada tteokbokki. Karena kuah hangat yang ada pada makanan ini dipercaya dapat meredam rasa pedas. Jika berkunjung ke Korea penjual tteokpokki  pasti menjual makanan ini sebagai menu tambahannya.

Bahan-Bahan dan Cara Membuat Odeng

Odeng : 4 Fakta Unik dan Sejarahnya - Cara Membuat
Sumber: idntimes.com

Bahan-bahan Odeng

  • 250 gm daging ikan giling     
  • 1 butir telur     
  • 50 gm tepung kentang     
  • 1 sendok makan maizena     
  • 3 sendok makan terigu     
  • 4 siung bawang putih     
  • Kaldu jamur     
  • Garam secukupnya     
  • Merica secukupnya

Cara Membuat Odeng

  • Pertama masukkan ikan yang sudah dihaluskan, tepung maizena, telur, garam, merica, tepung terigu, kaldu jamur, tepung kentang dan bawang putih yang sudah dihaluskan dalam sebuah wadah berupa loyang.
  • lalu aduk semua bahan hingga merata.
  • Masukkan adonan ke dalam wajan untuk dibentuk menjadi lembaran-lembaran yang tipis.
  • Masak adonan yang sudah disiapkan sampai matang menggunakan api sedang.
  • Potong odeng menjadi beberapa bagian dan sesuaikan dengan selera.
  • Odeng yang sudah dipotong bisa dimasukkan ke dalam air panas supaya tidak pecah. saat ditusuk nanti.
  • Tusukkan odeng dalam bentuk spiral dengan tusuk sate yang sudah disediakan.

Kesimpulan

Demikianlah informasi makanan khas korea selatan, semoga infomasi mengenai sejarah, jenis-jenisnya, dakta unik, dan cara membuatnya dapat bermanfaat bagi anda. Dan anda dapat mencoba membuatnya dirumah.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 978

No votes so far! Be the first to rate this post.

Tags

SUBSCRIBE AND GET MORE

Aliter enim explicari, quod quaeritur, non potest. Puta bam equidem satis, inquit, me dixisse.

Thank you for subscribing.

Something went wrong.